138 Harga yang Mengguncang Dinasti Tang
Saat itu, entah mengapa, di benak Tang Ping tiba-tiba teringat kisah tentang seekor kelinci yang menjual petasan kepada seekor unta di masa lalu.
Kala itu, sang kelinci mematok harga seratus juta untuk seluruh paket petasan yang dijualnya kepada unta. Sang unta, yang mengira harga tersebut adalah seratus juta dolar per unit, justru merasa harga itu sangat murah. Akhirnya, unta itu menghabiskan tiga miliar lima ratus juta untuk membeli tiga puluh lima buah petasan dari sang kelinci.
Awalnya, Tang Ping menganggap kisah itu sangat tidak masuk akal, tetapi ia tidak menyangka hari ini hal serupa justru menimpanya sendiri. Beruntungnya, Tang Ping bukanlah pedagang licik. Ia datang ke Dinasti Tang bukan untuk mencari keuntungan, lagipula ia memang tidak terlalu tertarik pada uang.
Oleh karena itu, ia berkata dengan jujur, "Jenderal Li, yang saya maksud adalah empat keping per bilah!"
"Eh! Ah!"
"Zhao..."
Li Yuanji yang mendengar harga yang disebutkan Tang Ping, tangannya gemetar hingga jarinya tak sengaja tergores batu asah kasar. Pengawal di belakangnya hampir saja keceplosan menyebutkan identitas aslinya karena panik.
Ia melirik tajam ke arah pengawalnya, lalu menatap Tang Ping dengan perasaan tidak percaya. "Kau... kau bilang empat keping? Untuk yang seperti di tanganku ini? Empat keping per bilah?"
"Benar! Tapi saya meminta pembayarannya dikonversi menjadi emas!" Itulah satu-satunya syarat Tang Ping. Lagipula, jika ia benar-benar diberi puluhan ribu keping tembaga Kaiyuan Tongbao, ia tidak akan bisa membeli apa pun saat kembali ke zaman modern.
"Benar-benar empat keping?" Li Yuanji sama sekali tidak peduli dengan syarat pembayaran emas atau bukan. Jika harganya benar-benar semurah itu, apalah arti pembayaran dengan emas?
"Benar, hanya empat keping!"
Li Yuanji berdiri dengan sentakan. Ia tidak lagi mengasah pedang, bahkan tidak mempedulikan kulit jarinya yang lecet. Ia mengambil bilah baja itu, lalu naik ke atas kuda pengawalnya. "Kalian jaga tempat ini baik-baik, aku akan pergi ke istana!"
Setelah berkata demikian, ia segera memacu kudanya dan berlalu.
Tang Ping menduga ia pergi untuk melapor kepada atasan. Ia pun merasa tenang, apalagi memikirkan bahwa Li Yuanji tadi sempat mengira harganya empat keping emas, sementara ia hanya mematok empat keping tembaga. Transaksi ini pasti akan berhasil.
Li Yuanji memacu kudanya masuk ke Chang'an. Saat tiba di gerbang kota, ia mengangkat tinggi-tinggi papan identitasnya. Penjaga gerbang tentu mengenalinya, dan melihatnya begitu terburu-buru, mereka mengira ada urusan militer yang mendesak, sehingga tidak ada yang berani menghalangi.
Begitu ia sampai di kota kekaisaran, ia melemparkan papan identitasnya kepada penjaga dalam, berteriak bahwa ada urusan mendesak untuk Kaisar, dan tak seorang pun berani menahannya. Bagaimanapun, ia hanya seorang diri. Larangan berkuda di dalam kota kekaisaran hanyalah aturan umum, namun dengan perintah Pangeran Zhao yang telah ditunjukkan, jelas situasi saat ini bukanlah situasi biasa.
***
"Yang Mulia Pangeran Zhao, Baginda sedang berdiskusi dengan Tuan Hou dari Kementerian Perang!" ujar seorang pelayan istana saat Li Yuanji turun dari kuda di depan Aula Xiande.
"Adipati Lu juga ada di dalam? Baguslah!" kata Li Yuanji sambil membawa bilah baja di tangannya hendak masuk.
Namun, meski bilah baja itu belum sepenuhnya diasah, bentuknya sudah menyerupai pedang. Di luar memang tidak ada yang berani menahannya, tetapi karena Kaisar Li Shimin berada di dalam Aula Xiande, ia tidak diperbolehkan masuk sambil membawa senjata. Namun, para penjaga dalam pun tidak berani bertindak kasar, mereka hanya mencoba menghalanginya.
Li Yuanji yang panik berteriak, "Enyah kalian semua! Aku ingin menemui Kakak keduaku, siapa pun yang berani menghalangi akan kuhabisi!"
Ia sedang benar-benar kalap. Sebenarnya, ia bisa saja menitipkan bilah baja itu kepada salah satu penjaga, tetapi ia justru menggenggamnya erat-erat.
Li Shimin dan Hou Junji tentu mendengar keributan di luar. Saat membuka pintu, mereka melihat Li Yuanji yang bermandikan keringat dikepung oleh para penjaga, sambil memegang pedang yang berkilauan.
"Apa yang terjadi?" bentak Li Shimin, lalu ia menatap para penjaga, "Biarkan dia masuk."
Setelah perintah turun, para penjaga saling melirik lalu melepaskan Li Yuanji.
Li Yuanji tidak mempedulikan mereka, ia melangkah maju dan menyerahkan bilah baja itu kepada Li Shimin. "Kakak kedua, mari, masuk ke dalam untuk bicara."
Li Shimin tidak mengerti apa yang sedang dirasukan adiknya, tetapi melihat kondisinya, ia menduga ada hal yang sangat mendesak. Ia mengangguk dan kembali masuk ke Aula Xiande.
Hou Junji hendak mengikuti, namun Li Yuanji menahannya, "Adipati Lu, tunggu sebentar!"
Setelah itu, dengan suara dentuman, ia menutup pintu Aula Xiande.
"Baiklah, katakan, apa yang sebenarnya terjadi?" Dalam beberapa langkah masuk tadi, Li Shimin telah mengamati bilah baja yang diberikan Li Yuanji.
Sebagai kaisar yang menunggang kuda dan memimpin perang, ia langsung tahu kualitas sebuah pedang baja hanya dengan sekali lihat. Bilah baja yang bahkan belum selesai dibentuk ini, menurutnya, kualitasnya sudah hampir menandingi pedang-pedang pusaka yang tersimpan di gudang pribadinya.
"Ini saya dapatkan dari Tang Ping," Li Yuanji menjelaskan inti masalahnya. "Dia bilang dia punya sepuluh ribu bilah dan ingin menjualnya kepada kita!"
Setelah mengatakannya, ia langsung mengambil cangkir teh di meja Li Shimin dan meminumnya dengan rakus.
"Sepuluh ribu bilah?" Mata Li Shimin berbinar. Senjata sehebat ini, jika jumlahnya sedikit, dampaknya dalam pertempuran hampir tidak berarti. Jika tidak, Li Shimin pasti sudah membagikan semua senjata pusaka koleksinya ke pasukan.
Namun, jika ada sepuluh ribu bilah untuk melengkapi pasukan elitnya, dampaknya akan sangat berbeda. Bayangkan jika pasukan pelopor menerobos barisan musuh, senjata lawan akan patah dan hancur dalam satu benturan, sementara baju zirah musuh seolah terbuat dari kertas. Seperti apa jadinya nanti?
Terlebih lagi, musuh yang saat ini dihadapi Dinasti Tang adalah suku Turk di barat laut, yang sering menggunakan pedang melengkung yang tajam. Jika pedang-pedang itu bertemu dengan senjata berbahan baja berkualitas tinggi ini...
Hanya dengan membayangkannya saja, Li Shimin sudah mulai bersemangat.
"Beli! Kita harus membelinya! Berapa harganya?"
"Sebanyak ini!" Li Yuanji menirukan gaya Tang Ping dengan menunjukkan empat jari.
"Empat keping emas? Tidak masalah!" Reaksi Li Shimin sama dengan Li Yuanji. Empat puluh ribu keping emas untuk melengkapi pasukan elitnya sama sekali tidak rugi.
"Siapa yang bilang empat keping emas?" tanya Li Yuanji dengan seringai licik.
"Empat puluh keping emas?" Li Shimin mengerutkan kening. Harga itu sedikit tinggi, tapi jika berita ini disebarkan ke negara-negara tetangga, ia yakin mereka akan berebut untuk membeli dengan membawa uang. "Jika empat puluh keping emas, mungkin Kementerian Perang tidak bisa mengeluarkan uang sebanyak itu sekaligus!"
"Memang empat puluh keping emas, tapi itu total untuk semuanya!"
"Berapa?" Kaisar sepanjang masa yang biasanya tenang itu, suaranya kini sedikit bergetar. Harga ini benar-benar terasa tidak masuk akal bagi siapa pun yang mendengarnya.
"Empat puluh keping emas, tapi Tang Ping minta dikonversi menjadi emas, empat puluh tael."
Sebenarnya Li Yuanji tahu, jangankan empat puluh tael, bahkan jika empat ratus atau empat ribu tael pun, Li Shimin tidak akan ragu.
Setelah menarik napas dalam-dalam untuk mencerna kabar tersebut, Li Shimin tentu tahu bahwa dalam urusan seperti ini, Li Yuanji tidak mungkin berbohong.
"Adik ketiga, menurutmu apakah ada kemungkinan Tang Ping sudah tahu bahwa kita adalah pamannya?"
"Tidak mungkin, kan? Kita bertiga tidak pernah mengatakannya kepada siapa pun, bagaimana dia bisa tahu?"
"Lalu kenapa dia menjualnya kepada kita dengan harga semurah ini? Ini benar-benar tidak masuk akal!"