Bab 84: Ternyata Lelaki Itu Adalah Iblis
“Kita... lebih baik mundur dari ujian ini.” Lu Jia menelan ludah saat menatap makhluk raksasa yang perlahan bangkit di hadapannya.
Musuh ini jelas sudah bukan tandingan bagi para kultivator tingkat Inti Emas seperti mereka. Seandainya mereka bertiga berada di tingkat Jiwa Bayi, mungkin saja jika bersatu mereka masih punya sedikit harapan. Namun sekarang, jangankan menang, nyawa pun sulit untuk dipertahankan.
Shen Zhou menundukkan kepala tanpa berkata apa-apa, namun ekspresinya pun jelas menyiratkan keterkejutan dan kekhawatiran.
Melihat makhluk raksasa itu, Su Jin segera bersembunyi di belakang Shen Zhou dan Lu Jia. Dalam hatinya ia mengumpat Qian Ye yang tidak memberinya jimat itu, sambil memikirkan, jika Shen Zhou dan Lu Jia pergi bersamaan, bukankah ia akan menjadi mangsa empuk?
Ini bukan permainan, di mana setelah mati masih bisa hidup kembali. Jika kali ini ia mati, Su Jin bahkan ragu apakah ia masih punya kesempatan untuk bereinkarnasi.
Ia sangat khawatir Shen Zhou akan langsung mengangguk menyetujui saran Lu Jia. Begitu memikirkannya, Su Jin segera menarik lengan baju Shen Zhou dengan tangan kecilnya dan berkata, “Kakak Shen, apa yang harus kita lakukan?”
“Sebenarnya, cara yang diusulkan Saudara Lu memang yang terbaik saat ini.”
Su Jin tertegun.
Saat itu makhluk pasir raksasa sudah mendekat ke arah mereka bertiga, Lu Jia langsung berseru, “Makhluk roh ini setidaknya sudah tingkat tujuh. Dulu saat ujian dibilang paling tinggi hanya ada makhluk tingkat lima, sepertinya ada yang salah di sini. Saudari Su, Saudara Shen, ayo kita pergi!”
Baru saja kata-katanya selesai diucapkan, tubuhnya sudah diselimuti cahaya api, lalu berubah menjadi sinar pelangi dan menghilang.
Su Jin tahu, Lu Jia telah mundur dari ujian. Ia tercekat, lalu menoleh pada Shen Zhou.
Akhirnya Shen Zhou menyadari ada yang tidak beres dan segera bertanya, “Apa kau tidak membawa jimat pelarian?”
“Ehm...”
Shen Zhou terkejut, “Ternyata Saudari Su sehebat itu, dari awal memang sudah tak berniat kabur dan mau mendapatkan Inti Naga itu!”
Wajah Su Jin langsung panas, “Aku... aku cuma lupa membawanya...”
Shen Zhou terdiam, namun serangan makhluk pasir raksasa sudah tak memberinya waktu untuk berpikir lebih lama. Dalam kepanikan, ia terpaksa menggendong Su Jin, menghindari serangan maut makhluk itu.
Tempat mereka berdiri sebelumnya kini berubah menjadi lubang besar sedalam beberapa meter.
“Gila, kekuatannya sudah setara tingkat penyatuan jiwa?” Su Jin terperangah.
Shen Zhou mengernyit, menatap Su Jin, lalu memejamkan mata. Saat membuka mata kembali, sepasang matanya memancarkan cahaya merah, dan di sekelilingnya menguar aura iblis yang kuat.
Bersamaan dengan itu, wujudnya mulai berubah. Su Jin menyaksikan dengan mata kepala sendiri wajah Shen Zhou perlahan berubah menjadi wajah Ruo Mu, tubuh Shen Zhou pun berubah menjadi tubuh Ruo Mu.
Bahkan jubah putihnya perlahan berubah menjadi hitam.
Su Jin terkejut, “Kau... kau...!”
“Kalau mau hidup, diamlah!” Ruo Mu melepaskan Su Jin, lalu mulai membentuk segel tangan, menahan serangan mematikan dari makhluk pasir itu.
Kemudian ia mengeluarkan sebuah pusaran aneh yang mirip gasing. Gasing itu mulai berputar, menciptakan angin kencang, tak lama berubah menjadi pusaran raksasa.
Pusaran ini jauh lebih besar dibanding pusaran yang dibawa Panah Hijau tadi.
Su Jin yang dilempar oleh Ruo Mu nyaris jatuh tersungkur dengan wajah menempel tanah, bahkan sempat menelan beberapa suap pasir.
“Peuh, peuh! Kau ini laki-laki atau bukan? Aku sudah diam seperti yang kau bilang, masih juga mau melenyapkanku! Apa aku pernah menyinggungmu?”
Suara Su Jin menarik perhatian makhluk pasir raksasa itu. Makhluk itu pun berbalik menyerang Su Jin, melepaskan tembok pasir yang menimpanya seperti gunung runtuh.
“Ah!” Su Jin belum sempat menyelesaikan teriakannya, tembok pasir itu sudah menimpanya hingga terkubur.
Pada saat itu juga, segel tangan Ruo Mu selesai. Gasing itu berputar memancarkan cahaya biru, lalu melesat dan tepat mengenai bagian dada makhluk pasir.
Makhluk itu tertegun, lalu seolah mengejek Ruo Mu. Tubuhnya terbuat dari pasir, mana mungkin punya jantung?
Namun kegembiraannya tak bertahan lama. Gasing itu tetap menempel di dadanya, memancarkan cahaya biru dan terus berputar. Pusaran aneh itu seperti punya daya serap kuat, memaksa tubuh raksasa makhluk pasir itu tersedot masuk.
Hanya dalam sekejap mata, makhluk pasir tingkat enam itu menghilang. Ruo Mu memungut gasing itu dan mengambil sebuah manik dari dalamnya.
Entah teringat sesuatu, ia menoleh ke arah tumpukan pasir itu. Ia memeriksa dengan kekuatan batin, lalu mengernyit. “Mati begitu saja? Padahal aku kira kau lebih tangguh.”
“Ru... Ruo Mu, tunggu aku!”
Dari tumpukan pasir itu, tiba-tiba muncul sebuah tangan kecil, merangkak perlahan. Tak lama kemudian, Su Jin yang berlumuran pasir muncul di hadapan Ruo Mu dengan tampang kusut.
Ruo Mu tertegun, “Bagaimana kau tahu namaku Ruo Mu?”
Su Jin nyaris lupa, dulu ia tidak pernah bertemu Ruo Mu dengan wujud aslinya. Apakah karena alasan itu, Ruo Mu memperlakukannya dengan dingin?
Mengingat kejadian nyaris dicekik oleh pria ini, hati Su Jin terasa rumit. Namun sorot mata Ruo Mu mengingatkannya pada bocah polos di tepi Kolam Putih dulu, ia benar-benar tidak bisa mengaitkan keduanya.
“Kau tidak ingat aku?”
“Bukankah kau murid Qian Ye dari Sekte Qingxuan?” Ruo Mu sangat teliti. Matanya menyipit. Sekte Qingxuan memang punya hubungan erat dengan kaum iblis.
Peristiwa yang terjadi di Sekte Qingxuan waktu itu, jika tidak ditekan oleh orang tertentu, pasti akibatnya lebih parah.
Aneh juga, kali ini Qingxuan Zi dari Sekte Qingxuan datang sendiri, bahkan mengizinkan muridnya ikut ujian!
Itulah alasan kenapa Ruo Mu yang menyamar sebagai Shen Zhou tidak menghalangi Su Jin bergabung ke kelompok mereka.
Ia ingin tahu, apa sebenarnya tujuan Sekte Qingxuan.
Mendengar ucapan Ruo Mu, Su Jin jadi kecewa. “Kau benar-benar tidak punya hati. Aku masih ingat dirimu di tepi Kolam Putih, yang hanya ingin menangkap ikan untuk Lin Er-mu, tapi kau selalu melupakan aku.”
Sorot mata Ruo Mu tiba-tiba jadi dalam. “Ternyata kau!” Jelas, serangkaian kenangan yang tidak menyenangkan langsung muncul, terutama nama seseorang yang sangat tidak ingin ia dengar.
Ia tiba-tiba tersenyum bengis, “Mau mati di tanganku lagi?”
Namun pikiran Su Jin justru melayang ke hal lain. Ia melihat sekeliling, memastikan makhluk raksasa itu sudah dikalahkan oleh Ruo Mu, lalu baru tersadar, “Barusan aku melihatmu memimpin ujian di luar, kenapa tiba-tiba jadi Shen Zhou dari Sekte Kunlun?”
Ruo Mu tengah mempertimbangkan, apakah sebaiknya membunuh gadis ini sekarang, atau membiarkannya hidup untuk menyelidiki apa rencana Sekte Qingxuan.
Su Jin lanjut bicara, “Aku tahu! Pasti kau menyamar jadi Shen Zhou demi membantuku!”
Ruo Mu langsung memutuskan, lebih baik menyingkirkan gadis menyebalkan ini saja.
Dengan satu niat di hati, tindakan Ruo Mu lebih cepat dari pikirannya. Pedang hijau kembali menari, kali ini bukan berputar seperti kipas angin, melainkan berubah menjadi segumpal daun bambu hijau dan melesat ke arah Su Jin!