Bab 49 Coba Saja Sentuh Dia
Melihat kebingungan di wajah Lin Qingxi, Qiao Wei menjelaskan, "Ini temanku. Dia menemaniku."
Lin Qingxi mengangguk tanpa bertanya lagi, lalu dengan canggung mengangkat tangannya untuk mempersilakan Qiao Wei dan temannya masuk. "Silakan masuk."
Qiao Wei melangkah masuk dan mengamati situasi di dalam ruangan tersebut secara singkat. Ruangannya tidak begitu luas. Begitu masuk, terdapat area yang mirip ruang tamu, di mana seorang paruh baya sedang duduk di depan meja persegi pendek sambil minum dan menyantap kacang tanah.
Lin Qingxi membawa Qiao Wei mendekat dan berkata dengan suara pelan, "Ayah, ini wali kelasku, Bu Qiao. Beliau datang berkunjung hari ini. Seperti yang kubicarakan denganmu sebelumnya—"
"Kenapa belum buru-buru memasak untukku?" Ayah tiri Zhao Qingxi, Zhao Qiang, tampaknya sama sekali tidak tertarik dengan perkataan Lin Qingxi. Pria itu memotong ucapannya dengan kasar, suaranya yang serak membuat siapa pun merasa tidak nyaman. "Apa kau mau membuatku kelaparan?!"
Qiao Wei melihat dengan jelas bahwa bahu Lin Qingxi sempat tersentak karena terkejut. Gadis itu lalu mengangguk kepada Qiao Wei dan berlari kecil menuju dapur.
Qiao Wei melirik Lin Qingxi yang sedang memotong dan memasak sayur dengan terampil, menunjukkan bahwa gadis itu sudah terbiasa mengerjakan berbagai pekerjaan rumah tangga.
Ia berjalan menghampiri Zhao Qiang dan berkata dengan sopan, "Halo, Tuan Zhao. Saya Qiao Wei, wali kelas Lin Qingxi. Kedatangan saya hari ini adalah untuk membicarakan kemungkinan agar Lin Qingxi bisa mengikuti sebuah kompetisi. Dia sangat berbakat, nilai babak penyisihannya juga sangat luar biasa, dan peluangnya untuk memenangi babak final sangat besar. Kami berharap Anda memberinya izin untuk pergi."
Zhao Qiang mendongak untuk melirik Qiao Wei, dan pandangannya langsung berbinar begitu melihat wajah wanita itu.
Tatapan tersebut membuat Qiao Wei merasa sangat tidak nyaman—tatapan penuh nafsu seorang pria saat menilai seorang wanita.
Sedetik kemudian, sebuah sosok bergerak menepis pandangan Zhao Qiang. Bahu bidang Jiang Tingxi menghalangi Qiao Wei. Qiao Wei sontak mendongak menatap profil wajah Jiang Tingxi, lalu mendengar pria itu berkata dengan nada mengejek, "Tuan Zhao, kompetisi... diizinkan?"
Zhao Qiang sempat tertegun oleh aura intimidasi Jiang Tingxi, lalu dengan kesal melemparkan kacang di tangannya ke atas meja. "Bukankah itu butuh banyak uang? Aku tidak punya uang."
Qiao Wei buru-buru menjelaskan, "Ada sponsor. Biaya makan, akomodasi, dan transportasi semuanya ditanggung, jadi ini gratis."
Zhao Qiang berkata dengan nada meremehkan, "Dia pergi beberapa hari, lalu siapa yang memasak untukku? Dia juga harus membantu ibunya berjualan di lapak. Tidak boleh, tidak boleh, itu mengganggu