Bab 57 Dibawa Pergi oleh Polisi
Dalam keadaan panik, Fang Yuchi mengabaikan selang infus yang masih menempel di tangannya dan nekat mengulurkan tangan untuk mengambil ponselnya. Melihat itu, Qi Chenyi langsung bergerak untuk menghentikan tindakannya.
"Chenyi, apa yang kamu lakukan?"
Dengan suara serak yang diabaikannya karena terlalu emosional, Fang Yuchi mendesak Qi Chenyi untuk menjelaskan maksud perbuatannya. Ia sangat khawatir Qi Chenyi akan membelanya demi Pei Chuyi dan memintanya untuk memaafkan Jiang Huiyu.
Dia bersedia untuk tidak memperpanjang masalah ini demi Jiang Huiyu, tetapi tidak jika itu karena Pei Chuyi.
Sebelum Qi Chenyi sempat menjawab, Tuan Fang sudah terlebih dahulu menyela pembicaraan.
"Masalah ini belum sepenuhnya diselidiki sampai tuntas. Lebih baik kita semua mendinginkan kepala dulu sebelum membuat keputusan, tidak perlu terburu-buru menyeret orang ke kantor polisi. Jika masalah ini membesar, itu hanya akan mencoreng nama baikmu dan keluarga Fang."
Ucapan Fang Zhongmin jelas menyiratkan niatnya untuk melindungi Jiang Huiyu. Fang Yuchi yang sedang diselimuti amarah, mendadak semakin meradang mendengarnya.
Namun, alih-alih mendebat ucapan Fang Zhongmin secara langsung, ia justru mengalihkan pandangannya ke arah manajer yang berdiri di sisi ranjang.
Manajer itu langsung menangkap maksud isyarat tersebut. Dengan ekspresi penuh kekhawatiran, ia bergegas mendekati ranjang seraya berkata dengan nada penuh kemarahan, "Paman Fang, Anda adalah ayah kandung Yuchi. Tenggorokannya sekarang sudah terluka separah ini, tetapi Anda justru masih khawatir jika masalah ini membesar dan mencoreng nama keluarga Fang?"
"Jika tenggorokannya tidak bisa pulih dengan baik, seluruh masa depannya akan hancur dan kariernya akan berakhir di sini. Yuchi sudah setengah mati menunggu kesempatan tampil di sebuah acara varietas agar bisa kembali ke hadapan publik dan menebus penyesalannya dari beberapa tahun lalu, tetapi hal seperti ini justru terjadi. Bagaimana bisa Anda mengharapkannya untuk menerima hasil seperti ini?"
Fang Yuchi mulai terisak. Menahan rasa perih di hatinya, ia menarik ujung lengan baju sang manajer sebagai isyarat agar berhenti berbicara, padahal dalam hati ia sangat memuji dan terus mendesak manajer itu untuk melanjutkan kata-katanya.
Manajer tersebut melirik sekilas ke arah ekspresi Fang Zhongmin yang mulai menggelap. Setelah saling bertukar pandang dengan Fang Yuchi, ia baru berani membuka suara kembali.
"Saya rasa, jika ibu Yuchi masih ada di dunia ini, beliau tidak akan membiarkan putrinya diperlakukan sedemikian rupa dan dipaksa untuk menelan ludah serta memendam keluh kesahnya sendiri. Jika Bibi tahu bahwa Yuchi terpaksa memendam kepedihan ini hanya karena tidak ada sosok seorang ibu yang melindunginya, beliau pasti akan sangat menyesal dan menyalahkan diri sendiri karena tidak bisa selalu berada di sisi Yuchi."
"Sudahlah, hentikan."
Jiang Huiyu, yang sudah sejak lama melihat akting sandiwara antara Fang Yuchi dan manajernya, langsung memotong perkataan manajer tersebut.
Jiang Huiyu tahu betul bahwa selama Fang Yuchi membawa-bawa nama mendiang ibu kandungnya, Fang Zhongmin pasti akan langsung berkompromi.
Daripada menunggu Fang Zhongmin sendiri yang bersuara dan menyerahkannya ke kantor polisi untuk diperiksa, lebih baik ia mengambil langkah proaktif.
"Aku bersedia pergi ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan. Aku sama sekali tidak takut karena aku tidak pernah melakukan hal ini. Aku percaya polisi akan membuktikan bahwa aku tidak bersalah."
Usai berkata demikian, tanpa memedulikan keberadaan Fang Zhongmin, Jiang Huiyu langsung mengeluarkan ponselnya dan menghubungi pihak kepolisian.
Selama duduk menunggu kedatangan polisi, Fang Zhongmin sempat beberapa kali menoleh ke arahnya. Namun, meskipun menyadari tatapan itu, Jiang Huiyu sama sekali tidak menoleh ke belakang.
Betapapun besar keinginannya untuk bisa resmi menjadi bagian dari keluarga Fang, ia tetap tidak mampu membujuk dirinya sendiri untuk mengabaikan keraguan dan tuduhan yang baru saja dilayangkan oleh Fang Zhongmin kepadanya.
Jiang Huiyu memang sudah tidak muda lagi, tetapi ia juga ingin agar Fang Zhongmin mempercayainya, alih-alih langsung memperlakukannya seperti orang asing hanya karena hasutan orang lain.
Ketika polisi datang untuk meminta keterangan dan bersiap membawa Jiang Huiyu guna menjalani penyelidikan lebih lanjut, Fang Zhongmin sempat hendak melangkah maju untuk menghalangi mereka. Namun, sebelum sempat mendekati para petugas kepolisian, langkahnya terhenti oleh suara serak Fang Yuchi yang memanggilnya. Ia pun hanya bisa mundur dalam diam ke sisi ranjang, memandangi kepergian Jiang Huiyu dengan tatapan nanar.
Sebaliknya, Qi Chenyi yang berdiri di ujung ranjang hanya terpaku dalam keheningan, menyaksikan Jiang Huiyu digiring pergi tanpa ada niat sedikit pun untuk membela atau meringankan situasinya.
Semenjak polisi membawa Jiang Huiyu pergi, batu berat yang menggelayuti hati Fang Yuchi akhirnya perlahan-lahan terangkat. Betapa malang dan tidak berdayanya ia dalam aktingnya tadi, sebesar itulah rasa puas yang menyelimuti hatinya saat ini.
Qi Chenyi sama sekali tidak mengeluarkan sepatah kata pun untuk membela Jiang Huiyu demi Pei Chuyi. Ini berarti, di dalam hati Qi Chenyi, Pei Chuyi sama sekali tidaklah sepenting itu.
Fang Zhongmin juga telanjur menyimpan kecurigaan dan rasa kecewa terhadap Jiang Huiyu akibat insiden hari ini. Sekalipun Jiang Huiyu nantinya dibebaskan dari kantor polisi, belum tentu ia bisa kembali menginjakkan kaki di kediaman keluarga Fang. Tanpa diragukan lagi, ini adalah berita yang sangat membahagiakan bagi Fang Yuchi.
Mengenai acara varietas musik yang akan segera dimulai dalam waktu dekat itu...
Fang Yuchi pura-pura menepuk dadanya dengan sedikit tenaga. Setelah dicegah oleh sang manajer, ia menatap ke arah Qi Chenyi dengan mata memerah dan suara bergetar.
"Maafkan aku, Chenyi. Acara varietas itu kau biayai khusus untukku, dan kau telah mencurahkan begitu banyak waktu, tenaga, serta uang, tetapi semuanya hancur berantakan karena aku. Ini semua salahku, Chenyi."
"Begitu pula kejadian satu tahun yang lalu, bencana itu datang di saat yang sangat krusial. Masalah itu muncul tepat ketika semua orang bersiap-siap menyaksikan kemampuan sejatiku. Mungkin aku memang tidak memiliki keberuntungan itu, dan ditakdirkan untuk selamanya menjadi penyanyi latar yang tidak dikenal di dunia musik."
"Bagaimana bisa kamu berkata seperti itu, Yuchi?" Manajer tersebut dengan sigap mengambil alih pembicaraan, lalu meraih tangan Fang Yuchi dengan penuh rasa iba dan memintanya agar tidak melanjutkan ucapannya.
"Jika orang lain tidak tahu kapasitasmu, masakan aku sendiri tidak tahu? Akulah yang bersikeras memaksa perusahaan untuk mengontrakmu. Kalau kau tidak memiliki kemampuan, untuk apa aku merekrutmu dan membuang-buang waktuku padamu?"
"Mengenai insiden tak terduga setahun lalu, tidak ada seorang pun yang bisa mempredksinya, dan itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan dirimu. Begitu juga dengan kejadian hari ini. Selain orang berhati busuk yang sengaja mencelakaimu itu, tidak akan ada yang bisa menduga hal ini akan terjadi. Kau adalah korbannya, bagaimana mungkin seorang korban menanggung seluruh kesalahan di pundaknya sendiri?"
Fang Yuchi mengendus pelan sambil menggelengkan kepala. Matanya yang membengkak karena menangis membuatnya tampak begitu malang dan menyedihkan.
Melihat pemandangan itu, Fang Zhongmin sama sekali tidak lagi memikirkan Jiang Huiyu yang baru saja dibawa pergi. Seluruh pikirannya dipenuhi oleh satu tekad: bagaimana caranya mempertahankan kesempatan bagi Fang Yuchi untuk mengikuti acara varietas tersebut.
Ia berbalik menatap Qi Chenyi yang berdiri di ujung ranjang. Tanpa menyisihkan gengsi sebagai seorang yang lebih tua, ia memohon dengan nada penuh iba kepada Qi Chenyi, menanyakan apakah masih ada cara lain yang bisa ditempuh. Bahkan jika itu berarti harus bernegosiasi dengan sang sutradara acara musik untuk menunda jadwal syuting sampai tenggorokan Fang Yuchi benar-benar pulih.
"Jangan." Fang Yuchi berusaha keras mengucapkan kedua suku kata tersebut. Usai mengatakannya, ia langsung menepuk dadanya dengan kuat, dan butuh beberapa saat baginya untuk bisa kembali bersuara.
"Jangan menyulitkan Chenyi lagi. Dia sudah banyak membantuku, bagaimana mungkin aku terus-menerus membebaninya?"
"Tetapi kesempatan acara varietas ini sangatlah langka. Sejak insiden setahun lalu di mana kau terpaksa mundur dari acara itu, hampir tidak ada lagi program televisi yang datang mencarimu. Peluang kali ini sungguh tidak boleh dilepaskan begitu saja."
Manajer Fang Yuchi terus-menerus mengungkit insiden kecelakaan di studio rekaman setahun yang lalu. Di permukaan, ia terdengar sedang meratapi kesempatan emas Fang Yuchi yang terbuang dua kali, namun tujuannya yang sebenarnya adalah untuk membangkitkan rasa bersalah di dalam hati Qi Chenyi. Bagaimanapun juga, pria itu selalu meyakini bahwa pihak keluarga Qi tidak bisa lepas tangan dari insiden studio rekaman kala itu.
Setelah cukup lama menanti tanpa kunjung mendapati tanggapan dari Qi Chenyi, Fang Yuchi bahkan sempat mengira rencananya telah gagal total, sebelum akhirnya suara Qi Chenyi terdengar.
"Aku akan meminta sutradara untuk mengusahakan agar kuota acara varietas itu tetap disimpan untukmu. Selama beberapa waktu ke depan, jalani saja pengobatan dengan patuh bersama dokter, jangan memikirkan hal-hal lain dulu."
"Tapi, Tuan Qi..." Manajer itu melirik Qi Chenyi, berniat mengatakan sesuatu namun kembali menelannya mentah-mentah.