Bab 20: Mengandung Anaknya?
Melihat pemandangan itu, hati Fang Yuchi tiba-tiba dilingkupi firasat buruk. Apakah Qi Chenyi benar-benar tidak peduli pada Pei Chuyi seperti yang ia kira selama ini?
Fang Yuchi mengepalkan tangannya. Ia memanggil nama Qi Chenyi dengan nada mencoba, namun saat hendak memutar arah melewati meja teh di depan sofa untuk mendekati pria itu, ia justru menabrak pelayan wanita yang sedang membawa satu teko penuh air panas.
Sebagian air panas dari teko tumpah dan menyiram lengannya, membuat Fang Yuchi berteriak kaget. Pelayan itu segera menarik Fang Yuchi untuk membilas lengannya dengan air dingin, tetapi Fang Yuchi menepisnya dengan kasar hingga sang pelayan jatuh terduduk ke lantai. Mendengar keributan itu, kepala pelayan segera bergegas menolong pelayan tersebut. Setelah berdiri, pelayan itu tidak memedulikan dirinya sendiri dan terus mendesak agar Fang Yuchi segera mengompres bagian yang tersiram air panas dengan air dingin.
Namun, Fang Yuchi mengabaikan kata-kata pelayan itu. Ia hanya sibuk memegangi lengannya yang tersiram air panas sambil menatap Qi Chenyi dengan sorot mata memelas.
"Dua hari lagi aku ada jadwal syuting iklan. Bagaimana ini, Chenyi? Iklan itu kudapatkan dengan susah payah."
Melihat noda merah di lengan Fang Yuchi, Qi Chenyi segera meletakkan foto yang dipegangnya, lalu bangkit dan membawanya ke rumah sakit, meninggalkan pelayan yang kebingungan di tengah kekacauan di ruang tamu.
"Aku juga tidak tahu mengapa Nona Fang tiba-tiba datang. Aku sudah berusaha menghindar, tapi..."
Kepala pelayan yang berada di sampingnya baru menyadari bahwa punggung tangan dan lengan pelayan itu juga tersiram air panas. Lukanya jauh lebih parah daripada milik Fang Yuchi; kemungkinan besar ia sengaja memposisikan dirinya agar air panas itu tumpah ke arahnya demi melindungi Fang Yuchi.
"Pergilah obati lukamu dulu, urusan ini akan dibicarakan setelah Tuan Muda kembali."
Usai berkata demikian, kepala pelayan segera menatap kamera pengawas di sudut ruang tamu. Setelah memastikan kamera masih berfungsi, ia langsung memeriksa rekaman CCTV. Ia tidak percaya ini hanyalah sebuah kebetulan, mengingat suasana sebelumnya sangat tenang sebelum Fang Yuchi muncul.
***
Di rumah sakit, Fang Yuchi sudah menyusun rencana tentang apa yang akan ia katakan kepada Qi Chenyi saat ia meninggalkan ruang gawat darurat dengan lengan yang sudah diperban. Ia memang sengaja menabrak pelayan yang membawa air panas. Meski tidak menoleh untuk memastikan posisi pelayan itu, ia sudah memperhatikan keadaan sekitar dari sudut matanya dan merencanakan segalanya saat mendengar langkah kaki pelayan tadi.
Tujuan melakukan hal ini ada dua: pertama, berhasil mengalihkan perhatian Qi Chenyi dari foto tersebut, dan kedua, menutupi fakta yang diungkapkan kepala pelayan mengenai dirinya yang sengaja menghubungi media untuk menggiring opini publik perihal hubungannya dengan Qi Chenyi. Ia terluka di rumah keluarga Qi, jadi Qi Chenyi pasti akan merasa berutang budi dan tidak akan lagi mempermasalahkan masalah tersebut.
Yang terpenting, ia bisa mencari alasan untuk membatalkan kontrak iklan dua hari lagi. Merek iklan itu tidak terlalu terkenal, dan ia merasa dengan popularitasnya saat ini, ia tidak seharusnya menurunkan harga diri dengan membintangi iklan semacam itu. Namun, agensinya berpendapat bahwa popularitas Fang Yuchi saat ini sebagian besar didorong oleh hubungannya dengan Qi Chenyi. Agensi mendesaknya untuk mengambil sebanyak mungkin tawaran kerja sama selagi namanya sedang naik daun, agar saat popularitasnya meredup, ia tidak kehilangan pekerjaan bahkan untuk iklan kelas bawah sekalipun.
Fang Yuchi tidak mau mengakuinya, namun itu memang kenyataan. Selama dua tahun terakhir, tawaran iklan memang sangat sedikit. Jika bukan karena ia sering membeli popularitas untuk karya-karyanya, ia mungkin sudah didepak dari industri musik dan tidak akan bisa terus-menerus tampil di hadapan media seperti sekarang.
Ia sempat pusing memikirkan cara menolak iklan tersebut tanpa harus berselisih dengan agensinya, dan kini alasan itu datang dengan sendirinya. Saat dokter membalut lukanya, ia bahkan meminta agar perbannya dibuat terlihat lebih parah supaya bisa memanfaatkan luka tersebut untuk meminta kompensasi dari Qi Chenyi. Ia yakin Qi Chenyi bisa memberinya tawaran iklan dari merek yang jauh lebih bergengsi daripada yang didapatkan agensinya.
Sambil berpikir demikian, rasa sakit dari luka bakarnya seolah hilang, namun ia tetap memasang ekspresi menahan sakit yang dibuat-buat.
Fang Yuchi mencari Qi Chenyi di koridor depan kantor dokter beberapa kali tetapi tidak menemukannya. Padahal, sebelum masuk ke ruang perawatan, Qi Chenyi berjanji akan menunggunya di koridor.
"Apa dia meninggalkanku sendirian dan pergi begitu saja?" gumamnya pelan. Saat melihat seorang perawat lewat, ia segera mencengkeram pergelangan tangan perawat itu untuk menanyakan keberadaan Qi Chenyi.
Tanpa disadari, ia mencengkeram perawat itu dengan tangan yang terluka. Karena rasa cemas, cengkeramannya cukup kuat hingga membuat perawat itu menatap curiga pada perban tebal di lengannya.
"Kenapa diam saja? Kau tidak melihatnya?"
Nada bicara Fang Yuchi semakin mendesak. Jika Qi Chenyi pergi, maka rencananya untuk meminta kompensasi iklan akan terlihat terlalu disengaja. Saat ini adalah waktu yang paling tepat.
"Tadi dia memang berdiri di sini," jawab perawat itu seraya menarik lengannya dari cengkeraman Fang Yuchi dan menunjuk ke arah pagar pembatas yang menghadap ke lantai bawah. "Sepertinya dia melihat seseorang yang dikenalnya, lalu turun ke bawah. Saya tidak tahu pasti ke bagian mana."
"Seseorang yang dikenalnya? Siapa? Apa kau melihat wajah orang itu dan tahu dia pergi ke bagian apa? Apa kau yakin dengan ucapanmu?"
Rentetan pertanyaan Fang Yuchi yang bernada tidak sopan membuat kesabaran sang perawat hilang. Namun, ia tetap menjawab dengan tenang bahwa ada seorang pria dan wanita yang tampak menuju ke bagian kebidanan dan kandungan.
"Kebidanan dan kandungan? Kau..."
Fang Yuchi hendak bertanya lebih lanjut, tetapi perawat itu sudah masuk ke kantor di sampingnya untuk melanjutkan pekerjaan, tidak memberinya kesempatan lagi untuk mengoceh.
Fang Yuchi menahan rasa kesalnya dan berjalan menuju bagian kebidanan dan kandungan. Sebuah firasat buruk mulai terbentuk di benaknya. Mungkinkah Pei Chuyi mengandung anak Qi Chenyi?
"Tidak mungkin. Jika benar hamil, mana mungkin Pei Chuyi meminta cerai?" batinnya sambil melangkah masuk ke bagian tersebut.
Ternyata, Qi Chenyi benar-benar berdiri di sudut koridor. Fang Yuchi segera mempercepat langkahnya. Saat hendak bertanya mengapa pria itu tiba-tiba berada di sana, pintu sebuah kantor tidak jauh dari situ terbuka. Orang yang keluar dari dalam ruangan itu ternyata adalah Pei Chuyi.
Jantung Fang Yuchi berdegup kencang. Namun, saat melihat Ji Motong mengikuti di belakang Pei Chuyi, muncul pemikiran lain di benaknya.
Pei Chuyi dan Ji Motong hanya fokus pada lembar hasil pemeriksaan di tangan mereka, sama sekali tidak menyadari kehadiran Qi Chenyi dan Fang Yuchi di sudut koridor. Meskipun suara mereka tidak keras, di koridor yang sunyi itu, kata-kata mereka terdengar jelas oleh Qi Chenyi yang hanya berjarak beberapa langkah.
"Untuk sementara waktu, tinggallah di sana, jangan berpikir untuk pindah. Aku akan mencarikan asisten rumah tangga untuk mengurus kebutuhan sehari-harimu dan makananmu. Jangan lakukan pekerjaan berat sendiri jika tidak perlu."
Setelah melihat data di lembar pemeriksaan yang menunjukkan semuanya normal, Pei Chuyi menjawab bahwa ia baik-baik saja.
Fang Yuchi, yang berdiri di samping Qi Chenyi, diam-diam melirik wajah pria itu yang tampak semakin suram, lalu berbisik, "Jadi, Chuyi sudah tinggal bersama Ji Motong dan mengandung anaknya?"