Bab Seratus Tiga Puluh Satu: Kedatangan Tamu Lagi
"Sudahlah, jangan bertengkar di sini, jangan sampai orang lain menertawakan kita." Shen Qi tampak kesal saat ia menutup pintu lalu melangkah masuk.
"Kak Qi, bagaimana hasilnya?" tanya Tiezhu dari samping.
"Tidak apa-apa, semuanya sudah beres!" Shen Qi tersenyum. Ia merasa sangat puas dengan hasil hari ini.
"Syukurlah kalau sudah beres!" Tiezhu mengangguk, wajahnya pun tampak lega dan senang.
Mendengar kabar tersebut, orang-orang di ruangan itu pun tampak berseri-seri. Bahkan Zhong Wanrou dan An Qi yang tadi sedang bertengkar seketika berhenti. Masalah ini selama ini menjadi beban pikiran bagi mereka semua, membuat mereka merasa tidak tenang saat melakukan apa pun.
Namun kini situasinya sudah berbeda. Dengan hancurnya organisasi pembunuh itu, berarti mereka akhirnya bisa menjalani hidup dengan tenang.
"Baiklah, kalian jangan lengah. Tetaplah beraktivitas seperti biasa, tapi jangan ceroboh!" ujar Shen Qi dengan nada serius. "Ingat, di balik organisasi pembunuh tadi, masih ada organisasi yang lebih besar. Jadi, tetaplah berhati-hati."
"Mengerti!" Para wanita itu mengangguk berulang kali. Meskipun mereka tidak begitu paham duduk perkaranya, perasaan senang mereka seketika meredup kembali.
Melihat reaksi itu, Shen Qi hanya bisa tersenyum getir. Ia pun ingin mereka hidup dengan tenang, namun ia masih belum memahami sepenuhnya sosok Mawar Hitam itu. Jika orang itu benar-benar datang dan mereka tidak waspada, konsekuensinya akan sangat mengerikan.
Tak lama kemudian, Tiezhu berpamitan. Untuk merayakannya, Shen Qi dan yang lainnya memesan makanan dalam jumlah banyak. Zhong Wanrou dan yang lain sempat mengajak Tiezhu untuk makan bersama, namun Tiezhu sadar diri bahwa kehadirannya hanya akan menjadi pengganggu, jadi ia memilih untuk segera pergi.
Setelah kenyang, mereka pun masuk ke kamar masing-masing untuk beristirahat. Keesokan paginya, karena beban pikiran soal ancaman pembunuh sudah hilang, mereka tidur dengan sangat nyenyak dan baru bangun sekitar pukul sepuluh pagi. Bahkan Shen Qi pun jarang-jarang bangun selarut itu.
Mereka pun segera berangkat ke tempat tujuan masing-masing. Setelah mengantar Zhong Wanrou dan An Qi ke kantor, Shen Qi berjalan menuju ruang kerjanya sendiri. Sebelum sampai di sana, Kepala Departemen Chen yang sedang berpatroli menyapanya dengan senyum lebar, "Kepala Departemen Shen, ada seorang wanita cantik yang menunggumu di ruanganmu!"
Dalam hati, Kepala Departemen Chen diam-diam menghela napas, merasa iri dengan keberuntungan Shen Qi. Tidak hanya memiliki wanita cantik seperti Direktur Zhong, pria itu juga sering didatangi wanita-wanita cantik lainnya di ruang kerjanya—wanita-wanita yang bahkan sanggup membuat pria paruh baya sepertinya terpesona.
"Ada yang mencari saya lagi?" Shen Qi tertegun. Ia tidak tahu siapa orang yang dimaksud.
Dengan perasaan bingung, Shen Qi berjalan menuju ruangannya. Sebelum sampai, dua petugas keamanan yang berjaga di luar ruangan menghampirinya dan memberitahu bahwa ada seseorang yang sedang menunggu di dalam. Shen Qi mengangguk paham dan langsung melangkah masuk.
Begitu melihat sosok di dalam, Shen Qi tertegun. Orang itu tidak lain adalah Shen Yuqing, wanita yang ia bantu kemarin. Yang membuat Shen Qi heran adalah, ia hanya menyebutkan namanya saja kemarin, bagaimana bisa Shen Yuqing melacak keberadaannya sampai ke sini?
"Kamu tahu aku bekerja di sini?" tanya Shen Qi penasaran.
"Aku tidak tahu, tapi aku bisa bertanya pada polisi, bukan?" jawab Shen Yuqing sambil tersenyum. "Petugas Qin itu sepertinya sangat mengenalmu!" Saat mengucapkannya, nada bicara Shen Yuqing terdengar sedikit cemburu.
"Aku sempat menangani beberapa kasus bersamanya, jadi memang agak kenal," jawab Shen Qi sambil tersenyum, lalu bertanya, "Ada perlu apa kamu kemari?"
"Kemarin kamu pergi terlalu cepat, aku bahkan belum sempat mengucapkan terima kasih!" Shen Yuqing mengerucutkan bibirnya, lalu melanjutkan, "Bagaimana? Malam ini ada waktu? Aku ingin mengajakmu makan."
"Wah, ada wanita cantik lagi yang mengajak makan?" Tiba-tiba terdengar suara dari luar, dan Zhang Qing melangkah masuk.
Melihat Zhang Qing muncul, Shen Qi hanya bisa menghela napas pasrah. Kalimat itu pasti didengar oleh Zhang Qing, dan melihat nada bicaranya, sudah jelas wanita itu pasti akan mengadukannya pada Zhong Wanrou. Jika terjadi salah paham, Shen Qi pasti akan kerepotan.
"Dia hanya seorang teman," sahut Shen Qi, lalu bertanya, "Ada apa kamu kemari?"
"Masih tanya ada apa? Untung saja aku datang, kalau tidak, aku tidak akan tahu apa saja yang kamu lakukan di sini setiap hari!" dengus Zhang Qing.
"Hei! Kamu siapa sih? Bicara kok menyindir terus? Kalau ada perlu, katakan langsung!" protes Shen Yuqing tidak terima. Sejak Zhang Qing muncul, Shen Yuqing sudah menangkap nada permusuhan dari wanita itu.
"Masih tanya aku siapa? Justru aku yang ingin bertanya kamu ini siapa!" Zhang Qing merasa kesal karena balik ditanya.
"Aku tidak berniat memberitahumu, silakan cari tahu sendiri!" Shen Yuqing malas meladeni Zhang Qing. Ia menoleh ke arah Shen Qi dan berkata, "Jadi, malam ini ya!"
Setelah berkata demikian, Shen Yuqing langsung beranjak pergi, seolah enggan menatap wajah Zhang Qing lagi.
"Malam ini ya? Memang mau melakukan apa? Makan, lalu setelah itu terjadi sesuatu?" tanya Zhang Qing dengan senyum jahil.
"Itu hanya makan biasa. Kalau kamu mau ikut, aku ajak kamu saja," ujar Shen Qi sambil memijat pelipisnya.
"Aku tidak mau ikut. Kalau mau, ajak saja Direktur Wanrou! Nanti kamu jelaskan sendiri padanya!" Zhang Qing mendengus lalu berbalik pergi.
Kini hanya tinggal Shen Qi seorang diri. Meski kedua wanita itu pergi, mereka meninggalkan masalah yang cukup merepotkan bagi Shen Qi.
Tak lama kemudian, Zhang Qing kembali lagi dan meletakkan setumpuk dokumen di depan Shen Qi. "Hampir saja lupa. Kamu yang menjabat sebagai kepala departemen ini tidak melakukan apa-apa setiap hari, jadi hari ini aku beri pekerjaan."
Melihat isi dokumen tersebut, Shen Qi melambaikan tangan, "Berikan saja pada Kepala Departemen Chen, kenapa harus diberikan padaku?"
"Sebenarnya siapa kepala departemennya?" Zhang Qing memutar bola matanya. "Kepala Departemen Chen sudah sangat sibuk. Ini cuma urusan pendaftaran nama, selesaikan sendiri!" Setelah berkata begitu, Zhang Qing langsung pergi.
Melihat dokumen itu, Shen Qi tidak berniat membacanya. Ia segera memanggil Kepala Departemen Chen dan melimpahkan pekerjaan itu kepadanya. Kepala Departemen Chen tidak mengeluh sedikit pun dan langsung membawa dokumen tersebut keluar dari ruangan.