Bab Dua Puluh Sembilan: Wajah Tampan Shen Qi
Saat kepala keamanan dan rombongannya keluar, mereka kebetulan berpapasan dengan Kepala Bagian Chen.
Kepala keamanan yang masih belum mau menyerah segera melangkah mendekat dan berkata, “Pak Chen, Anda harus membantu kami! Kami hampir dipaksa keluar dari sini!”
“Aku sudah tahu semua urusan kalian. Hanya bisa kukatakan, kalian benar-benar terlalu polos!” Kepala Bagian Chen menggelengkan kepala, “Aku saja, yang tadinya kepala bagian utama, rela turun jadi wakil kepala bagian. Lalu pemotongan gaji yang kalian terima itu, apa artinya dibandingkan dengan itu?”
Semua orang terkejut, baru kemudian satu per satu mereka teringat.
Sebelumnya, Kepala Bagian Chen memang kepala bagian utama. Namun, tiba-tiba karena kedatangan Shen Qi, ia langsung terdepak menjadi wakil kepala bagian. Itu berarti, di balik Shen Qi pasti ada dukungan yang sangat kuat.
Ditambah lagi sebelumnya Direktur Xiao pun tidak berkutik di hadapan Shen Qi, identitas Shen Qi pun semakin sulit ditebak!
“Aku mengerti!” Kepala keamanan menggelengkan kepala dengan pahit, lalu dengan lesu berjalan keluar.
Saat itu semua orang akhirnya sadar, kali ini mereka benar-benar menabrak tembok besi!
Kepala Bagian Chen memandangi punggung mereka yang berlalu, lalu berbalik masuk ke ruang kepala bagian.
“Pak Shen, sekarang semua anggota keamanan sudah pergi, bagaimana dengan tugas patroli?” tanya Kepala Bagian Chen.
“Mau bagaimana lagi, sekarang juga akan kuatur perekrutan baru. Untuk sementara, jabatan yang kosong akan kau tangani dulu!” jawab Shen Qi.
“Aku…” Kepala Bagian Chen melongo, lalu tersenyum getir.
“Kenapa? Kau juga mau mengundurkan diri?” tanya balik Shen Qi.
“Tentu saja tidak, aku akan langsung bekerja.” Kepala Bagian Chen tersenyum canggung lalu segera meninggalkan ruangan.
Walaupun kini status Kepala Bagian Chen telah turun satu tingkat, namun semua fasilitas dan tunjangan tidak berkurang, bahkan sebagai kompensasi, malah bertambah sedikit.
Meski statusnya turun, bagi Kepala Bagian Chen sebenarnya tidak berpengaruh apa-apa. Kalau pun harus diakui ada pengaruhnya, mungkin hanya karena sekarang, seorang kepala bagian sepertinya harus melakukan tugas patroli seperti petugas keamanan biasa!
Saat sedang patroli, Kepala Bagian Chen teringat pada kekuatan Shen Qi, wajahnya pun menjadi serius dan ia mulai berpatroli dengan penuh kesungguhan.
Shen Qi sendiri menelepon bagian HRD untuk mengurus masalah tersebut. Tak lama kemudian, ia menerima telepon dari Zhong Wanrou.
Begitu masuk ke kantor Zhong Wanrou, Shen Qi langsung duduk di sofa dan tanpa sungkan menuangkan teh yang sudah disiapkan.
“Aku sudah tahu kau pasti bikin masalah. Lihat saja, belum setengah hari kau di sini, seluruh anggota keamanan sudah kau pecat, hanya menyisakan kepala bagian!” kata Zhong Wanrou dengan nada tak berdaya. “Untung saja aku tak menempatkanmu di bagian teknis. Kalau tidak, di mana aku bisa cari begitu banyak tenaga ahli?”
“Apa pentingnya itu? Kualitas para petugas keamanan itu memang buruk, lebih baik mereka pergi lebih awal. Nanti kita rekrut yang baru, latih baik-baik, pasti hasilnya jauh lebih baik dari mereka,” jawab Shen Qi dengan santai.
“Itu bukan urusanku, yang penting dalam tiga hari bagian keamanan harus kembali normal!” tegas Zhong Wanrou.
“Itu urusan HRD, bukan bagian keamanan yang mengurus perekrutan,” sahut Shen Qi sambil mengerucutkan bibir.
“Baiklah, begitu saja.” Zhong Wanrou mengusap dahi, tampak lelah, lalu melanjutkan, “Malam ini keluarga Zhong mengadakan jamuan. Itu untuk merayakan aku resmi jadi kepala keluarga. Akan ada banyak tamu, kau temani aku, ya!”
“Tak masalah,” jawab Shen Qi sambil mengangguk.
“Oh ya, mungkin akan banyak yang datang mendekatiku. Kau mungkin harus repot-repot jadi tamengku,” kata Zhong Wanrou dengan senyum getir.
Zhong Wanrou memang sejak awal sudah sangat cantik, banyak yang mengejar. Kini setelah menjadi kepala keluarga, status dan kedudukannya naik, semakin banyak yang mengincar.
Para pengejar itu saja sudah cukup merepotkan, tapi ada saja yang muka tembok, terlalu ngotot dan suka menempel, sangat mengganggu.
Terutama mereka yang suka ikut campur, sudah lama menganggap Zhong Wanrou pasti akan berjodoh dengan salah satu pemuda terpandang. Setiap mereka berdua muncul di satu tempat, pasti ada yang sengaja menjodoh-jodohkan, bahkan mencari-cari kesempatan agar mereka berdua punya waktu berduaan.
“Menjadi pelindung bunga, ya?” Shen Qi mengusap hidungnya. “Ada keuntungan apa buatku?”
“Kau ini, masih mau keuntungan apa lagi? Tadi malam saja sudah dapat untung besar dari Bai Xue, masih aku juga yang menolongmu!” Zhong Wanrou memutar bola matanya.
“Seolah-olah dia sudah memaafkanku saja.” Baru mengingat Bai Xue, Shen Qi langsung menggeleng dalam hati. Masalah mereka berdua, sepertinya tidak akan selesai dalam waktu dekat. Malam ini, mungkin Bai Xue akan mencari cara merepotkannya.
Bayangkan saja, seorang perempuan yang melihat peleceh malah langsung melawan dengan pukulan, mana mungkin mudah dihadapi?
“Kakak Bai Xue kan polisi, hati-hati saja. Kalau tidak, bisa-bisa kau dilaporkan dan ditangkap!” ujar Zhong Wanrou.
“Aku tidak melakukan kejahatan, kenapa harus takut?” Begitu tahu kakaknya Bai Xue polisi, sudut bibir Shen Qi malah terangkat.
“Sudahlah, kau turun saja! Nanti setelah makan siang, aku ajak kau beli beberapa setelan baju. Dengan pakaianmu yang sekarang, entah berapa masalah lagi yang akan kau timbulkan.” Zhong Wanrou memandang pakaian Shen Qi dengan nada tak berdaya.
Shen Qi mengangguk, tidak keberatan, lalu kembali ke bagian keamanan.
Waktu berlalu cepat, sebentar saja sudah masuk waktu makan siang. Saat itu, Shen Qi langsung dipanggil ke ruang makan khusus milik Zhong Wanrou.
Sejak Shen Qi memecat hampir seluruh keamanan, semua orang sudah tahu tentang dirinya. Melihat Shen Qi makan siang bersama Zhong Wanrou, yang tadinya hanya menduga-duga langsung yakin siapa dia.
Para karyawan yang makan siang pun mulai membicarakan Shen Qi yang mengenakan mantel militer. Beberapa pemuda bahkan dengan sinis menyebutnya hanya pria tampan peliharaan.
Meskipun tampak meremehkan, dalam hati mereka sangat iri.
Wajah Direktur Xiao pun tampak gelap dan menakutkan. Seseorang di sebelahnya membisikkan, “Sebaiknya kau minta maaf pada Pak Shen!”
“Hanya seorang kepala bagian kecil, kenapa aku harus minta maaf padanya?” Direktur Xiao tampak tidak senang. Hanya karena dia sekarang dekat dengan atasan, masa aku harus minta maaf padanya?
“Jangan bicara begitu, sekarang dia orang kepercayaan Bu Zhong. Kalau kau tidak minta maaf, nanti dia tinggalkan pesan pada atasan, posisimu itu…” Orang itu tidak melanjutkan, hanya menggelengkan kepala dengan senyum getir.