Bab 159: Musnah Total
Aum...
Raungan Raja Serigala Mengaum Bulan menggema dahsyat, keempat cakar-cakarnya dengan cepat menghantam tanah, dan sosoknya melesat bak kilat meninggalkan bayangan keperakan, menerjang kearah pohon beringin raksasa itu dengan kecepatan tinggi...
Meskipun para pemain terlindung oleh dedaunan lebat pohon beringin yang membuat bos tersebut tidak dapat melihat keberadaan mereka, serangan batu yang begitu padat telah membongkar posisi setiap orang!
Bum! Bum!
Boss berukuran besar itu menubruk pohon beringin raksasa dengan kecepatan penuh, menimbulkan suara dentuman keras bagaikan ledakan yang mengguncang langit!
Pohon besar itu bergetar hebat, melengkung seakan-akan hendak patah, lalu memantul kembali dengan keras!
Bruk! Bruk...
Di tengah rentetan suara tersebut, para pemain yang berada di atas pohon bagaikan buah matang yang berjatuhan satu per satu ke atas tanah...
Bahkan Tan Chu yang merangkak di bagian tinggi mahkota pohon turut terlempar dari dahan akibat guncangan liar pohon itu, meluncur jatuh dengan kecepatan tinggi menuju tanah!
Ia terkejut bukan kepalang hingga jiwanya seolah terbang, di dalam hatinya ia tahu betul bahwa begitu dirinya menyentuh tanah, akhir hidupnya pasti mati!
Melihat tubuhnya yang meluncur turun dengan cepat, ia buru-buru mengulurkan kedua lengan panjangnya yang telah berubah wujud menjadi bentuk kera putih, lalu menyapu secara sembarangan. Tak disangka, dengan penuh keberuntungan ia berhasil menggapai sebatang dahan pohon...
Tan Chu menggenggam erat jerami penyelamat nyawa tersebut, memanfaatkan daya pantul untuk berayun kembali ke atas dahan pohon, lalu segera memanfaatkan situasi yang kacau untuk bersembunyi di dalam sebuah cabang pohon.
Begitu ia menengok ke arah tanah, ia pun terpaku oleh pemandangan yang tersaji di depan matanya...
Tabrakan liar dari Raja Serigala Mengaum Bulan ternyata telah merontokkan seluruh pemain Men Ming yang bersembunyi di atas pohon ke atas tanah!
Di atas lantai lempengan batu hitam, para pemain terbaring bergelimpangan memenuhi tanah...
Sementara bos berwarna perak keputihan itu telah memulai aksi tahap keduanya!
Di tengah kilatan cahaya perak, Raja Serigala Mengaum Bulan melancarkan pembantaian massal...
Tampak ia berlari ke sana kemari, mengulurkan taring tajam serta cakar raksasanya, terus-menerus menginjak-injak dan mencabik-cabik para pemain yang terjatuh ke tanah.
Setiap kali ia melancarkan serangan, seberkas cahaya putih pasti terpancar dari tanah!
Satu serangan mematikan!
Ya ampun, sungguh mengerikan!
Tan Chu menatap ngeri ke arah tanah, tidak ada satupun pemain Men Ming yang mampu menahan satu serangan dari bos tersebut sebelum akhirnya tewas sepenuhnya...
Hal ini wajar saja, pasukan prajurit Men Ming telah lama musnah seluruhnya, dan para pemain yang tersisa kalau bukan mengenakan jubah kain ya jubah kulit.
Kini tidak ada lagi orang yang mampu menarik perhatian bos tersebut untuk menghentikan pembantaian gilanya.
"Semuanya berpencar lari, jangan sekali-kali menoleh ke belakang!" Gong Zi Men Ming masih berteriak memberikan komando, namun ia tidak menyadari bahwa sang bos telah melesat cepat ke arahnya...
"Ketua, hati-hati!" Para pemain Men Ming lainnya yang melihat pemandangan tersebut buru-buru memperingatkan.
Namun, kecepatan Raja Serigala Mengaum yang begitu menakutkan membuat peringatan apa pun sudah terlambat...
Bum!
Tampak gumpalan cahaya perak melesat menubruk, menerjang seekor macan tutul hingga terbang ke udara!
Pemain yang memiliki ID Gong Zi Men Ming di atas kepalanya itu, hampir seketika saat dirinya tertabrak, langsung memunculkan angka damage sebesar 756!
Bahkan sebelum sempat melayang ke udara, ia sudah tewas seketika...
Bruk!
Yang jatuh ke tanah di kejauhan sana hanyalah sesosok mayat belaka.
Puluhan orang yang tersisa dari pasukan Men Ming melihat ketua mereka tewas, semakin kehilangan niat untuk bertempur dan berlari berpencar ke kejauhan...
Aum...
Di tengah suara aum puluhan serigala, ratusan pasukan Men Ming yang datang untuk membasmi bos tersebut nyaris musnah tak tersisa!
Raja Serigala Mengaum Bulan seolah belum puas, ia mengitari pohon beringin besar itu satu putaran, mengangkat kepala serigalanya yang besar, lalu menyapu pandangan ke atas pohon dengan sepasang mata birunya yang jernih...
Tan Chu begitu ketakutan hingga meringkuk di dalam cabang pohon, berusaha semaksimal mungkin menghindari agar tidak ditemukan olehnya.
Beberapa saat kemudian, bos itu berbalik badan dan kembali melanjutkan untuk menyerap pilar cahaya essensi bulan tersebut...
Ya ampun, bagaimana bisa makhluk ini begitu garang?
Tan Chu yang baru saja menyaksikan kebuasan bos itu tadi, dibuat tercengang hingga terkesima!
Serangan tanpa kenal takut demi kematian yang dilancarkan oleh pasukan Men Ming barusan juga memenuhi hatinya dengan segudang tanda tanya...
Ia baru berada di level 33, perbedaan level membuat atribut bos ini tidak terlihat olehnya, namun para pemain Men Ming setidaknya sudah berada di level 36 ke atas, tidak mungkin jika mereka tidak bisa melihat atribut bos ini.
Namun mengapa mereka yang jelas-jelas mengetahui keperkasaan bos itu masih saja melancarkan serangan hingga memancing kemarahannya?
Pasti ada rahasia di balik semua ini!
Pasukan Men Ming bukan hanya bisa melihat atribut Raja Serigala Mengaum Bulan dengan jelas, bahkan mungkin mereka memiliki informasi khusus tentang permainan yang sudah lama mengetahui karakteristik bos ini.
Tan Chu memandangi serigala raksasa yang sedang santai menyerap cahaya bulan itu, di dalam hatinya tersimpan rasa enggan yang luar biasa...
Ia menduga, peristiwa yang terjadi secara mendadak hari inilah yang membuat pasukan Men Ming tergesa-gesa datang ke sini untuk memburu bos, tetapi besok situasinya tidak akan semudah ini lagi!
Jika ingin melumpuhkan Raja Serigala Mengaum Bulan ini, malam ini akan menjadi kesempatan terakhirnya!
Lewat malam ini, mungkin bos ini sudah keburu dihabisi oleh berbagai cara yang dilakukan oleh Men Ming.
Pada saat itu tiba, penyesalan seperti apa pun sudah terlambat...
Tan Chu membulatkan tekadnya, di malam terakhir sebelum keberangkatannya ke Kota Shanghai, bagaimanapun caranya ia harus menumbangkan bos ini!
Mengandalkan kekuatan dirinya seorang diri saja, sepertinya tidak akan berhasil.
Ia segera membuka daftar teman, mencari orang yang bisa membantunya...
Namun saat ini waktu sudah menunjukkan pukul 00.06, sebagian besar foto profil di kolom pertemanan sudah berwarna abu-abu, menandakan status sedang offline.
Kendati demikian, mata Tan Chu mendadak berbinar saat melihat satu-satunya teman yang masih online... Zinuo!
Pria yang dicurigai sebagai pemain profesional ini ternyata sudah... mencapai level 40!
Tan Chu tertegun begitu melihat level pria tersebut...
Ya ampun, sudah level 40!
Bukankah sistem mengatakan bahwa pemain yang mencapai level 40 dapat memasuki kota utama dan mengaktifkan sistem penukaran mata uang?
Tetapi... hari ini sepertinya sistem tidak mengeluarkan pengumuman apa pun!
Sebenarnya apa yang sedang terjadi?
Tan Chu merasa heran, lalu mulai menghubunginya menggunakan alat komunikasi...
Pip pip pip...
"Saudara Kuangshou, ada urusan apa mencariku?" Zinuo menjawab panggilannya hanya selang beberapa detik kemudian.
"Saudara Zinuo, aku ingin meminta bantuanmu untuk menghadapi seekor bos," Tan Chu menekan rasa penasaran di dalam hatinya dan mendahulukan urusan yang penting.
"Maafkan aku Saudara, aku bersiap untuk offline dan beristirahat, kita urus besok saja ya, aku pasti akan membantumu," ucap Zinuo dengan sopan.
"Tetapi... bos ini hanya muncul pada malam hari, dan itu pun hanya selama satu jam, jika besok baru datang maka semuanya sudah terlambat, orang-orang Men Ming sudah mengincarnya," Tan Chu buru-buru menjelaskan situasinya.
"Bos apa yang begitu aneh, hanya muncul selama satu jam di malam hari?" Zinuo jelas-jelas terpancing rasa penasarannya.
"Ini adalah makhluk tersembunyi berukuran besar, yang susah payah kutemukan, ia hanya muncul tepat pukul 24 malam dan akan menghilang pada pukul 1," kata Tan Chu sambil tersenyum.
"Tunggu sebentar, aku akan coba tanyakan dulu, dan akan segera memberimu jawaban," kata Zinuo dengan nada terkejut.
Sesaat kemudian, alat komunikasi itu terputus...
Dan di daftar kolom pertemanan, foto profilnya seketika berubah menjadi warna hitam!
Pria ini, ternyata benar-benar offline...
Tan Chu merasa sangat terkejut, Zinuo ini, jangan-jangan dia sengaja offline sebentar hanya untuk bertanya kepada orang lain, kan?