Bab 43 Gadis Kecil yang Suka Menghamburkan Uang
Keesokan paginya, Tan Chu terbangun dari tidurnya, mengenakan pakaian dan turun dari tempat tidur, lalu merobek sebungkus mi instan. Setelah menyeduhnya dengan air panas, ia pun pergi ke kamar mandi kecil untuk mencuci muka dan gosok gigi...
Begitu selesai membersihkan diri, mi instan pun sudah siap disantap.
Sambil menyantap mi, Tan Chu membuka ponsel tuanya dan mulai menjelajahi internet untuk mencari informasi.
Hari pertama peluncuran Dunia Dewa, popularitasnya sudah membludak. Forum resmi saja sudah dipenuhi ribuan postingan baru hanya dalam sehari!
Sambil makan mi, Tan Chu membaca berbagai topik, mencari informasi yang berguna untuknya.
Namun setelah membuka belasan halaman, sebagian besar isinya hanyalah tips-tips dari pemain yang tak terlalu paham permainan namun suka berpura-pura jadi ahli. Tan Chu langsung melewatinya.
Sisanya kebanyakan berisi perselisihan antar pemain atau sekadar keluhan dan curhat. Baru setelah membuka lebih dari dua puluh halaman, ia menemukan satu postingan yang menarik perhatiannya.
Pembuat topik: Wei Liang
Mencari perlengkapan penyihir, minimal peralatan berkualitas hijau level 20 ke atas, harga dijamin memuaskan. Jika punya, langsung kirim pesan pribadi ke Wei Liang di dalam game.
Wei Liang?
Hati Tan Chu langsung bergetar, nama karakter ini bukan orang sembarangan!
Dalam dunia game online sebelumnya, penyihir super yang satu ini terkenal sebagai pemain sultan, selalu jadi pusat perhatian di berbagai game.
Selain itu, seingat Tan Chu, pemain ini adalah seorang gadis yang sangat kaya, kerap membeli perlengkapan terbaik dan khusus menantang para pemain papan atas di peringkat.
Tan Chu masih ingat dengan jelas, di game Heroes, Wei Liang mengenakan satu set perlengkapan penyihir +9 yang luar biasa dan berhasil menumbangkan para pemain top satu per satu...
Bahkan, ia pernah tidak suka melihat satu guild menindas yang lemah, lalu seorang diri berdiri di gerbang kota menantang seluruh anggota guild itu!
Singkatnya, ini adalah pelanggan kelas kakap.
Tan Chu segera teringat bahwa dalam tasnya masih ada empat perlengkapan penyihir hijau, serta dua token hewan peliharaan.
Saatnya mencari uang lagi.
Tan Chu segera menghabiskan mi-nya, merapikan semuanya, lalu berbaring di kursi kendali, mengenakan helm, dan masuk ke dalam game...
...
Dunia visual berganti, ia muncul di samping patung tempat ia keluar kemarin.
Kini patung itu sudah tak ada, hanya tersisa sebuah pelataran batu yang tinggi.
Patung rusak bernilai sepuluh juta itu kini hanya terbuang sia-sia di dalam tasnya, membuat hati Tan Chu masih terasa perih!
Ia mengeluarkan alat komunikasi, mencoba menghubungi orang-orang seperti "Paling Ganteng di Desa Kami" dengan harapan...
Ding... Sistem: Gagal menghubungi, pemain tersebut sedang offline!
......
Enam orang, semuanya belum online, hati Tan Chu langsung dirundung kecewa.
Tampaknya, para pemain yang kehilangan patung itu benar-benar sudah berhenti bermain!
Tan Chu menggeleng, lalu mengetik dua kata: "Wei Liang" di alat komunikasi.
"Siapa kamu?" Suara merdu dan jernih terdengar dari seberang.
"Kamu pasang iklan di forum untuk beli perlengkapan, kebetulan aku punya beberapa. Masih butuh?" tanya Tan Chu, khawatir ia sudah mendapatkannya dari orang lain.
"Perlengkapan? Tentu saja mau, tapi aku pilih-pilih, ya," jawab Wei Liang.
"Ada empat perlengkapan penyihir hijau, berapa kamu mau beli?" Setelah tahu ia belum dapat, Tan Chu pun lega.
Perlengkapan hijau seperti ini memang selalu laku, tapi nilainya tergantung isi dompet pembeli. Hanya gadis kaya seperti Wei Liang yang bisa membuatnya jadi lebih berharga.
"Kamu punya empat perlengkapan hijau?!" Wei Liang mengirimkan emoji terkejut.
"Sebut saja harganya, aku langsung buatkan order," kata Tan Chu sambil mengirimkan info atribut keempat perlengkapan itu.
"Wah, benar-benar perlengkapan hijau! Dua ratus satu, aku ambil semuanya!" Wei Liang berseru gembira.
Eh... Tan Chu tadinya ingin menawar, tak menyangka gadis sultan ini langsung menembus batas harga yang ada di pikirannya...
Dua ratus per barang, empat totalnya jadi delapan ratus!
Padahal ia memasang target seratus per barang saja sudah bagus, sekarang malah jadi dua kali lipat...
"Deal, aku segera buat order. Oh iya, kamu mau dua hewan peliharaan ini juga?" Tan Chu tak ingin menyia-nyiakan kesempatan bertemu pembeli besar, langsung mengirimkan info dua token peliharaan itu.
"Keren, kamu punya dua peliharaan juga!" Wei Liang kembali terkagum-kagum.
"Aku mau yang Macan Roh itu, empat ratus," jawab Wei Liang cepat.
"Kamu ga mau yang hijau itu?" Tan Chu langsung menyadari, pembeli ini memang main penyihir, jadi lebih memilih peliharaan pertahanan biasa ketimbang yang menyerang sihir.
"Gak mau yang serang sihir, langsung buat order, cepat," kata Wei Liang.
Tan Chu segera membuka tautan resmi sistem, memasukkan alamat situs, mencari customer service dan memakai jasa escrow pihak ketiga, lalu membuat data transaksi.
Karena sudah bertahun-tahun jadi pedagang item virtual, Tan Chu sudah berkali-kali bertransaksi di platform ini, dan reputasinya di situs sangat tinggi karena selalu jujur.
"Hebat, Mas, dua hari berturut-turut dapat order," kata mbak customer service sambil tersenyum.
"Hehe, semoga semua dapat untung," balas Tan Chu dan segera kembali ke jendela game.
"Nomor ordernya *******, kamu bisa cek," kata Tan Chu.
"Ok," jawab Wei Liang.
Tak sampai semenit, halaman transaksi Tan Chu menampilkan status sukses.
"Mas, pembayaran sudah diterima, pembeli: Wei Liang, ID game: Wei Liang. Dia pelanggan besar kami, barang bisa dikirim," kata mbak CS sambil tertawa.
"Eh..." Tan Chu terdiam, bahkan CS saja kenal baik dengan Wei Liang, makin jelas betapa royalnya gadis ini.
"Baik, terima kasih," ujar Tan Chu, langsung kembali ke game, membuka kotak surat dan mengirimkan empat perlengkapan beserta token Macan Roh ke Wei Liang.
"Barang sudah kukirim, tolong cek," kata Tan Chu.
"Ya, aku langsung cek," balas Wei Liang dengan emoji senyum.
Kurang dari semenit, ia membalas lagi dengan gambar jabat tangan: "Transaksi sukses, kalau ada barang bagus lagi, jangan lupa kabari aku."
Hore!
Tan Chu bersorak dalam hati, ini transaksi besar senilai 1.200 yuan, setelah dipotong biaya perantara 10%, ia tetap mendapat 1.080!
Dengan uang ini, ditambah hasil kemarin, setidaknya dua bulan ke depan ia tak perlu pusing soal hidup...
Ia langsung cek ke situs, dan benar saja, saldo rekeningnya bertambah 1.080 yuan.
Meski agak sakit hati dengan biaya perantara yang tinggi, ia tetap bersyukur. Tanpa jaminan dari situs, siapa pun tak akan berani bertransaksi uang duluan dalam bisnis ini...
Zaman sekarang, penipu terlalu banyak.
"Kamu dari studio mana?" tanya Wei Liang.
"Aku nggak punya studio," jawab Tan Chu.
"Nggak mungkin, reputasimu di situs itu tinggi sekali!" Wei Liang terkejut.
"Biasanya aku punya waktu luang, jadi main game, farming item buat cari uang," jawab Tan Chu jujur.
"Berarti kamu jagoan dong, kapan-kapan sparring yuk?" seru Wei Liang.
"Aku cuma cari uang, nggak minat sparring," Tan Chu tertawa getir. Gadis sultan ini memang suka banget duel.
"Oke deh, aku mau leveling dulu. Kalau ada barang bagus langsung kabari aku, makin langka makin baik," kata Wei Liang, lalu mengirim permintaan pertemanan.
"Sampai jumpa lagi," balas Tan Chu, menerima pertemanan sambil tersenyum puas.