Bab 27: Ia Akan Menikah, Itu Bukan Sekadar Janji
Gu Nianyu menatap Bai Jiaojiao, dan dalam sekejap, ia merasa seolah-olah Gu Nianyu mampu melihat isi hatinya hanya dari matanya. Bai Jiaojiao tertegun, pandangannya tak sadar mulai menghindar, namun hanya beberapa detik, ia segera kembali seperti biasa, “Sebenarnya, hari ini aku kemari ingin meminta kau menemaniku ke rumah sakit.”
“Ke rumah sakit? Ada apa denganmu?” Gu Nianyu menarik Bai Jiaojiao bangkit dari kursinya, mengamati dirinya dari ujung kepala hingga kaki, “Kau terluka atau merasa tidak enak badan? Seriuskah?”
“Tidak apa-apa, hanya pemeriksaan kesehatan biasa. Aku takut pergi sendiri, jadi aku mencarimu.”
Barulah Gu Nianyu menghela napas lega.
“Kau bisa menemaniku, kan?” Bai Jiaojiao menggenggam tangannya dan menggoyangkannya ke kiri dan ke kanan, “Nian Nian~”
Tak berdaya, Gu Nianyu mengangguk, “Sepertinya bisa, Nyonya Xiao sedang pergi, Xiao Jing juga ke kantor, asal aku pulang lebih awal, seharusnya tidak masalah.”
“Nian Nian, kau memang baik!”
Gu Nianyu menarik kedua tangan Bai Jiaojiao, “Aku ini temanmu, jika aku bisa membantumu, aku juga senang. Ayo, kita pergi dan cepat kembali.”
Gu Nianyu segera naik ke atas, mencari ponsel dan dompet di kamar, lalu berangkat bersama Bai Jiaojiao.
Rumah sakit selalu penuh sesak kapan pun, terutama di bagian pemeriksaan, Bai Jiaojiao sudah mengambil nomor antrean dan duduk bersama Gu Nianyu di kursi depan ruang tunggu, menanti giliran.
“Nian Nian, bagaimana kalau kau juga periksa sekalian?”
“Aku?” Gu Nianyu mengernyit, lalu tersenyum, “Tak usahlah, tubuhku sehat, tak perlu buang-buang uang.” Kini Gu Nianyu tinggal di keluarga Xiao, walaupun kehidupan sederhana bisa dijalani, namun ia tak punya uang sendiri.
“Tak usah khawatir, toh kau juga menunggu di sini, sebentar saja, kita berdua saja, anggap saja aku yang traktir, bagaimana?” Bai Jiaojiao berkedip genit, berkata dengan riang.
“Kau? Dari mana kau punya uang?”
“Aku... kantor kami yang menanggung biaya. Sekarang fasilitas kantor bagus, biaya pemeriksaan seperti ini semua bisa diganti.” Bai Jiaojiao sadar dirinya hampir mengatakan sesuatu yang tak seharusnya, segera memberi penjelasan.
Untungnya Gu Nianyu selalu percaya penuh pada ucapannya, hanya merasa iri, “Enak ya, kau masih punya gaji dan pekerjaan, bisa hidup seperti yang kau mau.”
“Iri padaku? Kau itu Nyonya di keluarga Xiao, apa lagi yang perlu kau irikan dari orang lain?” Bai Jiaojiao sadar pembicaraan melantur terlalu jauh, “Sudahlah, jangan sungkan padaku.” Ia merebut dompet dari tangan Gu Nianyu, dan sebelum Gu Nianyu sempat bereaksi, Bai Jiaojiao sudah berlari ke antrean pendaftaran.
“Jiaojiao!” Gu Nianyu memandang Bai Jiaojiao yang datang membawa nomor antrean, tak tahan untuk menegurnya, “Lihatlah dirimu, kenapa harus membuang-buang uang seperti ini!”
“Tak apa.”
Chu Mengran duduk di dalam mobil sambil menelpon Sun Qianru, nada suaranya tak bisa menyembunyikan kegembiraan, “Bu, hari ini Xiao Jing bilang ingin menikahiku!”
“Apa? Jadi semalam kau menginap di rumahnya?”
“Ya, Bu, Ibu Xiao bilang beberapa hari lagi akan berkunjung ke rumah, kau sampaikan pada Ayah.”
“Mengran, dengan penampilan dan latar belakangmu, laki-laki seperti apa pun bisa kau dapatkan, kenapa malah...” Sun Qianru terdiam sesaat, tak melanjutkan kalimatnya. “Bukankah dia sudah menikah? Kenapa sekarang malah ingin menikahimu? Apa maksudnya?”
“Mereka sudah bercerai, aku sendiri yang melihatnya. Jadi dia akan menikahiku, dia benar-benar serius.” Wajah Chu Mengran seketika berubah kelam, nada bicaranya pun terdengar kecewa.